jump to navigation

Contoh prinsip-prinsip yang dikemukakan oleh Henri Fayol beserta komentarnya November 7, 2008

Posted by Aulia Prima Kharismaputra in manajemen.
trackback

1. Pembagian Pekerjaan

Contoh: Dalam Organisasi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) pekerjaan harus dibagi secara rata dalam hal ini adalah program kerja. Agar semua pengurus bisa mendapat porsi pekerjaan yang sama dengan pengurus yang lain. Dan agar pemlotingan panitia berjalan dengan baik, maka dilakukan oleh seorang deputi yaitu deputi pengembangan organisasi dan sumber daya manusia (POSDM)

Komentar : Pembagian pekerjaan secara merata sesuai dengan jabatan seseorang harus dilakukan dalam sebuah perusahaan atau organisasi agar tujuan dari organisasi itu sendiri dapat dicapai karena terselesainya semua pekerjaan dan target-target yang dicanangkan akan terealisasi dengan baik dengan adanya pembagian pekerjaan secara merata.

2. Kesatuan Perintah

Contoh: Didalam organisasi BEM di kampus itu harus ada seorang pemimpin yang memanajemen staf-stafnya dan yang memberikan perintah kapan harus melakukan sebuah pekerjaan agar tujuan organisasi dapat tercapai. Pemimpin tersebut haruslah satu orang agar tidak membuat bingung staf-staf yang melakukan pekerjaan.

Komentar : Adanya kesatuan perintah dalam menjalankan suatu pekerjaan adalah faktor penting agar pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik. Hal ini dapat di wujudkan dengan cara memilih seorang pemimpin yang memanajemen orang-orang untuk melakukan pekerjaan. Jika jumlah pemimipin lebih dari satu dikhawatirkan akan terjadi ketidak serasian dalam mngerjakan suatu pekerjaan. Misalnya saja peimpin A menyuruh melakukan pekerjaan 1 terlebih dahulu dengan berbagai pertimbangan yang bisa diterima, tetapi di lain pihak pemimpin B menyuruh melakukan pekerjaan B dengan alasan yang logis juga. Hal ini akan membingungkan para karyawan / staf yang melakukan pekerjaan dan pekerjaan tidak dapat selesai dengan baik.

3. Kewenangan

Contoh : Seorang Presiden BEM mempunyai kewenangan dalam menyetujui atau membatalkan program kerja yang akan dilakukan oleh organisasi tersebut dalam sebuah rapat kerja (Raker). Dan seorang presiden BEM berhak memberhentikan pengurus yang dinilai tidak bisa membantu organisasi dalam mencapai tujuan. Kewenangan ini hanya diperuntukkan bagi seorang presiden BEM dan tidak bisa dipergunakan oleh pengurus yang lain.

Komentar : Adanya sebuah kewenangan yang hanya dimiliki oleh seorang manajer atau presiden BEM memang diperlukan dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Hal ini berkaitan dengan kebijakan yang diambil untuk memajukan perusahaan atau organisasi. Jika tidak ada kewenangan yang bisa membuat kebijakan maka perusahaan tersebut akan kesulitan dalam proses pencapaian tujuan karena tidak memperhatikan faktor-faktor pengahambat dalam pencapaian tujuan serta tidak memperbaikinya dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan.

4. Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi

Contoh: Dalam organisasi BEM, semua pengurus wajib mendahulukan kepentingan umum (organisasi) daripada kepentingan pribadi. Misalnya saja seorang pengurus diberi amanah untuk menjadi ketua panitia suatu kegiatan tetapi di waktu yang bersamaan ia juga sedang ada acara out bond dengan teman-temanya. Maka pengurus tersebut harus menyelesaikan pekerjaannya terlebi dahulu karena hal ini menyangkut kepentingan umum sedangkan acara outbond menyangkut kepentingan pribadi.

Komentar : sikap mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi harus ditanamkan kepada setiap pengurus organisasi / karyawan perusahaan. Hal ini sangat perlu dilakukan agar dalam proses pencapaian tujuan organisasi tidak terhambat di karenakan adanya seorang pengurus yang mementingkan kepentingan pribadinya.

5. Solidaritas diantara kawan sekerja

Contoh: Dalam organisasi BEM semua pengurus harus mempunyai solidaritas kepada pengurus yang lain yang bisa diwujudkan dalam sebuah kerjasama tim. Para pengurus walaupun telah diserahi suatu pekerjaan maka ia tidak boleh acuh tak acuh terhadap pekerjaan yang diberikan oleh pengurus yang lain. Sebisa mungkin ia membantu kawan sekerja tanpa mengganggu pekerjaan yang telah diamanahkan kepada dia, agar semua pekerjaan selesai dengan baik.

Komentar : Solidaritas merupakan faktor penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Solidaritas bisa diwujudkan dengan kerjasama tim. Sebuah perusahaan atau organisasi tidak akan berjalan dengan baik jika para karyawan atau pengurus bekerja secaa individual. Walaupun seorang karyawan telah melakukan pekerjaan dengan baik, ia juga harus memperhatikan karyawan yang lain dalam menyelesaikan pekerjaan karena ini berkaitan dengan pencapaian tujuan perusahaan atau organisasi.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: